Jumat, 20 Maret 2020

Peduli Lingkungan Demi Kehidupan Yang Sehat

Tepuk tangan meriah terdengar seiring suara mc menyebut nama mederator, sedetik kemudian laki - laki berkemeja putih dan berambut ikal naik keatas panggung dihadapan kami dan duduk dikursi yang telah disediakan sambil memegang mic, moderator mulai bercuap-cuap tentang kegiatan ini sambil menyebut Sispala Smantilas Ambon membuat langkah yang sangat nyata dalam edukasi lingkungan, selaku siswa pecinta alam yang baru terlahir kembali kegiatan ini merupakan pemberi kabar kepada dunia kepecinta alam akan eksistensi Sispala Smantilas.

Aku tersadar diri setalah namaku dipanggil untuk kedepan selaku salah seorang pembicara, sambil tersenyum akupun berdiri dan sedikit memberikan kode mohon ijin kepada guru pembina Sispala Smantilas yang duduk disamping, setelah saya duduk didepan, sang moderator menyebut nama seorang perempuan untuk kedepan selaku pembicara berikutnya, perempuan tersebut pun melangkah kedepan dan duduk disamping saya, lengkaplah sudah orang - orang yang didulat untuk menjadi pembicara dan moderator pada acara ini, sepatah kata kemudian lelaki yang duduk disebelahku menyodorkan micnya padaku untuk menyampaikan pemikiran saya tentang lingkungan, kataku memang bicara lingkungan kompleks sekali banyak kaitannya tetapi berhubung yang duduk disebelahku ini “sambil tersenyum” orang dari BKSDA Provinsi Maluku maka saya ingin menyampaikan data yang saya dapatkan dari beberapa sumber:, 

Kementerian Kehutanan RI pada tahun 2010 mengenai luas hutan Indonesia. Berdasarkan data tersebut, dari total luas hutan di Indonesia yang mencapai 180 juta hektar, sebanyak 21 persen gundul. Dengan kata lain, sekitar 26 juta hektar hutan di Indonesia telah musnah* dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2007 bahkan merilis dalam State of the World’s Forests, bahwa sebesar 1,8 juta hektar/tahun di Indonesia hilang akibat penebangan selama 2000-2005. Kondisi tersebut bisa jadi telah mencapai angka 2 juta hektar/tahun pada 5 tahun terakhir ini* setelah itu akupun bilang kenapa data yang saya sampaikan data yang lama dan tidak update, karena aku ingin mengajak kalian semuanya yang  hadir pada acara ini untuk sedikit berimajinasi bahwa tahum 2007 dan 2010 sudah separah itu kerusakan lingkungan terutama hutan yang selama ini menjadi paru - puru dunia, saya tidak bisa membayangkan kondisi hutan kita 10 tahun belakangan ini, karena hampir dipastikan bahwa hutan yang merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui ini kecepatan diperbaharuinya itu tak akan secepat tingkat kerusakannya.

Aku pun melanjutkan dengan mengatakan bahwa kerusakan lingkungan itu memiliki dampak yang langsung dapat dirasakan oleh manusia seperti menumpuknya sampah disekitar kita langsung kita dapat rasakan berupa timbulnya penyakit, ada juga kerusakan lingkungan yang dampaknya tidak langsung terhadap manusia seperti hutan yang ditebang tanpa memperdulikan ekosistem sekitarnya pada saat kemampuan hutan turun maka banjir yang akan terjadi pada saat musim hujan, banjir ini berdampak pada penduduk, mereka mengungsi dan di tempat pengungsian ini lahirlah berbagai macam penyakit  sambil beseloroh bagus juga Dinas Kesehatan diundang pada acara dialog publik seperti adik - adik Sispala Smantilas ini selenggarakan, kemudian saya sampaikan cukup dari saya dulu sesion ini, ini baru pengantar sambil menyerahkan mic pada moderator sambil berucap saya masih ada satu sesion lagi ya!.

Mederator langsung mempersilahkan ibu Ayu untuk menyampaikan pemikirannya, sambil membetulkan pointernya ibu ayu mulai berbicara berbagai tentang kegiatan konservasi yang mereka telah lakukan khususnya di Provinsi Maluku dikarenakan BKSDA ini masih menangani dua Provinsi yaitu Maluku dan Maluku Utara setelah itu ibu Ayu mengerak - gerakan pointernya sambil mununjuk ke arah layar dimana telah tersaji berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan berbagai jenis benda yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan tersebut, di layar yang sedang menayangkan gambar - gambar dari proyektor yang tersambung ke laptop ibu Ayu itu wajah - wajah peserta yang hadir pada acara dialog ini tertuju, setelah semua telah disajikan dan disampikan ibu Ayu pun berkata cukup, lebih enak itu kita saling berdiskusi dan memberikan saran agar saya bisa mendapatkan masukan dari adik - adik Mapala maupun Sispala. aku pun menyela beliau sambil berucap yang hadir juga ada dari OKP bu!

Tepuk tangan hadirin selesai, laki - laki yang duduk disamping saya ini melanjutkan dengan kata - kata yang memuji bahwa peran BKSDA di Maluku sangatlah penting dan selanjutnya memberikan kesempatan kedua kepada saya untuk menyampaikan pemikiran tentang materi pokok dialog publik ini, aku pun menerima mic yang diserahkan oleh moderator acara ini sambil berkata bahwa dalam teori di ilmu ekonomi itu yang namanya lingkaran setan kemiskinan dimana penyebab kemiskinan itu adalah tidak mempunyai pendapatan dan kenapa dia tidak mempunyai pendapatan dikarenakan dia tidak memiliki pekerjaan penyebab tidak bekerja dikarenakan tidak berkualitas atau berpendidikan penyebab tidak berpendidikan dikarenakan dia miskin dan seterusnya berputar sehingga dibilang lingkaran setan, begitupun dengan kerusakan lingkungan memiliki lingkaran setan yang tak dapat diselesaikan dengan mengatasi satu masalah sementara masalah lainnya tidak teratasi, kerusakan lingkungan diakibatkan pemahaman kita terhadap peran lingkungan itu sangatlah minim sementara tingkat pemahaman ini berkaitan dengan tingkat pendidikan pada umumnya terutama pendidikan lingkungan dan tingkat pendidikan ini dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dari seseorang, biasanya orang yang memiliki pendapatan yang lebih akan memiliki pendidikan yang baik, dan pendapatan seseorang ini dipengaruhi oleh tersedianyan sumber daya alam ( lingkungan ) sebagai salah satu faktor produksi dan ketersedian sumber daya alam ini dipengaruhi oleh tingkat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tangan manusia tersebut.

Setelah selesai menyampaikan pendapat saya sang moderator pun menyampaikan bahwa waktu sudah menunjukan pukul 16.40 jadi berhubung batas pemakaian tempat ini cuma sampai pukul 18.00 maka sekarang kita buka sesi tanya jawab sambil memandang kami berdua, saya pikir itu isarat agar kami menyiapkan jawaban dan dicatat pertanyaan dari hadirin, setelahnya moderator menyampaikan akan memberikan 3 orang penanya pada kesempatan pertama dan agar jangan bertele - tele fokus pada substansi pertanyaan.

Minggu, 02 Februari 2020

Aksi Bersih Kota

       07.51 WIT jam besar  di balai kota Ambon terlihat, instruktur senam  telah mengucapkan     kata kata perpisahan kepada khalayak ramai yang mengikuti senam bersama di lapangan merdeka, mereka setiap hari minggu pagi datang ke sini untuk berolahraga, lapangan merdeka buat warga kota ambon menjadi tempat favorit untuk melakukan aktivitas gerak badan di hari libur, semacam alun – alun kota di kota lain. Ratusan orang melakukan aktivitas olah gerak, ada yang berlari disebelah timurnya, ada yang bermain bola basket dan bulutangkis di sebelah baratnya, ada yang duduk nongkrong dan dihadapan tempat yang kita duduki terdapat penyewaan mainan anak – anak. Begitu ramainya sehingga nampak bergairahnya masyarakat kota Ambon dalam menyambut pagi yang cerah di hari minggu.

awal aksi *foto: turun tangan ambon

            Tiba terdengar teriakan dari sebelah, ayo mana plastik trashbacknya, sekarang waktunya! Mau sedikit orang aksi tetap berlanjut, perlahan – lahan beberapa orang yang memegang kantong plastik berjalan ketengah lapangan merdeka sambil memungut sampah yang didominasi sampah plastik, tiba – tiba dari arah depan datang beberapa orang sambil berkata “katong bisa bantu kah? Dan beberapa orang tadi pun mulai bergabung untuk memungut sampah, semakin ketengah lapangan merdeka semakin banyak yang mereka pungut sampahnya, dari beberapa orang yang ikut bergabung tadi ikut membawa teman – temannya yang lain, sehingga semakin banyak orang yang memungut sampah dan semakin luas areal yang dibersihkan, setengah jam kemudian areal utama lapangan merdeka telah selesai dibersihkan. Perlahan – lahan semuanya tanpa komando bergerak ke arah timur dimana patung Pattimura berdiri dengan kokohnya, diareal ini diperuntukan sebagai tempat beberapa lapangan olahraga diantaranya: bola basket, bulutangkis dan bolavoly. Disini mereka melanjutkan aksi bersih dengan memungut sampah dan dimasukan kedalam kantung plastik besar, mungkin mereka berjumlah dua puluh orang atau lebih yang mengintari areal patung Pattimura, setelah selesai sambil memegang dua kantung plastik besar, satu karton dan dua kantung plastik sedang yang penuh dengan sampah mereka berjalan kembali ke areal utama lapangan merdeka.

sudut yang dibersihkan foto; turun tangan ambon

            Kurang lebih satu jam setengah aksi yang dilakukan, sampah – sampah yang dikumpulkan tadi di bawa dan di pajang di sudut timur lapangan merdeka, dari raut wajah mereka terbesit senyum puas dengan apa yang telah mereka kerjakan hari ini, sungguh luar biasa, teringat akan hari awal dimana ide ini disampaikan pada saat pertemuan di bawah bundaran pohon beringin depan fakultas ekonomi unpatti yang cuma dihadiri oleh enam orang saja, waktu itu telah diputuskan harinya pada tanggal dua puluh enam Januari dua ribu dua puluh dengan modal apa adanya dan lokasinya di jalan AY. Patty dan titik kumpulnya di lapangan merdeka. Dan bisa dirasakan walaupun hasil dari rapat tersebut lokasi kegiatannya berpindah tempat ke lapangan merdeka namun semua tidak mengurangi niat awal agar program bersih kota dapat terlaksana.

foto; turun tangan ambon

            Semua ini demi kasi bersih kota yang digagas oleh Turun Tangan Ambon sebagai sebuah gerakan yang digagas oleh anak – anak muda yang peduli dengan memberikan solusi maupun jawaban atas berbagai permasalahan yang terjadi di kota Ambon. Tiba – tiba tanganku dipegang oleh seseorang sambil berkata, lia orang yang ambil video deng hape dari tadi ka seng.
*Mudah – mudahan seseorang tersebut dapat menyebarkan kabaikan hari ini pada orang lain dengan menyebarluaskan video yang dibuat tentang aksi bersih kota ini.
* terima kasih Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) Ambon yang telah ikut berpartisipasi 

Peduli Lingkungan Demi Kehidupan Yang Sehat

Tepuk tangan meriah terdengar seiring suara mc menyebut nama mederator, sedetik kemudian laki - laki berkemeja putih dan berambut ikal naik...